KAYONG UTARA — KREASI yang dilaksanakan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non Formal Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar audiensi strategis bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menyerahkan usulan kebijakan dan rekomendasi penganggaran sektor pendidikan. Pertemuan penting ini dilangsungkan di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kayong Utara, Sukadana, pada Selasa (8/9/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara, Erwin Sudrajat, S.Sos., M.AP., yang juga bertindak selaku Ketua TAPD, bersama Kepala Bapperida Kabupaten Kayong Utara, Erwan Wahyu Hidayat, S.STP., M.Si., dan Manager KREASI Kayong Utara, Rezky Farnanda, S.Kom., serta jajaran pejabat terkait.
Berdasarkan data Rapor Pendidikan Kayong Utara, meskipun proporsi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) SD bersertifikat meningkat dari 48 menjadi 58,1 dan indeks distribusi guru di angka 0,75, pengalaman pelatihan PTK turun ke skor 0,45 (kategori kurang). Hal ini berdampak pada capaian literasi SD tahun 2025 yang tercatat di angka 48,67 dari target 52,34 dengan proyeksi target 2026 sebesar 50,92 serta 2027 sebesar 53,17, sementara capaian numerasi tahun 2025 tercatat 42,32 dari target 48,55 dengan target 2026 sebesar 44,57 serta 2027 sebesar 46,82 (capaian 2026 belum rilis). Akar masalah utama terletak pada kualitas dan kompetensi guru, sehingga Bapperida bersama BKD sepakat menajamkan program melalui budget tagging, optimalisasi KKG/Kombel yang terukur, dan penyesuaian anggaran belanja SD.
Dalam pemaparannya, Manager KREASI Rezky Farnanda, S.Kom., menekankan pentingnya mengarahkan fokus anggaran pada pengembangan keprofesionalan berkelanjutan guru dan akselerasi literasi-numerasi berbasis data Rapor Pendidikan. "Efektivitas anggaran tidak hanya ditentukan oleh besarnya nominal, tetapi oleh ketepatan alokasi program dalam menjawab permasalahan nyata di lapangan, seperti peningkatan capaian literasi dan kompetensi guru yang masih menjadi tantangan," ujar Rezky Farnanda, S.Kom.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara, Erwin Sudrajat, S.Sos., M.AP., menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk menindaklanjuti masukan tersebut demi menangani kompleksitas masalah pendidikan secara lintas sektor. "Permasalahan pendidikan ini sangat kompleks dan membutuhkan penanganan bersama. Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti masukan terkait ketepatan sasaran anggaran, penguatan literasi, serta efektivitas program pelatihan guru yang selaras dengan ketentuan APBD," tegas Erwin Sudrajat, S.Sos., M.AP.
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI dijalankan oleh Save the Children dan mitra pelaksana lokal Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah didukung Pemerintah Kabupaten, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.